Iseng-iseng baca koran liat berita Persik kemarin malah nemu judul yang membuat mataku sepet dijawapos.

SBY Tak Khawatir Boikot BLT
JAKARTA - Pemerintah pusat tidak khawatir dengan aksi “perlawanan” berbagai daerah yang menolak program BLT (bantuan langsung tunai). Program kompensasi BBM itu akan terus berjalan. Bila persiapan hari ini selesai, SBY langsung memberlakukan harga baru BBM yang mengalami kenaikan 28,7 persen.

Sikap pemerintah SBY terhadap boikot BBM itu disuarakan Menko Kesra Aburizal Bakrie. Menurut Ical -sapaan Aburizal Bakrie-, program pemberian BLT Rp 300 ribu selama tiga bulan bagi rumah tangga sasaran (RTS) itu sifatnya hak, bukan kewajiban. “Artinya, kalau dia mau, ya diambil. Kalau tidak mau, tidak diambil, tidak apa-apa. Pemerintah tidak akan memaksa,” kata Ical usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden kemarin (22/5).

Kenapa membuat mataku sepet ? Soalnya pengalaman BLT yang sebelumnya, banyak banget tetangga²ku yang ga dapat BLT padahal menurutku mereka layak diberi bantuan, dan anehnya lagi tetanggaku yang bisa dibilang cukup mampu (dibandingkan yang ga dapat tadi) malah mendapat kucuran dan BLT :ancur: dengan kejadian itu mengakibatkan sedikit terjadi kecemburuan sosial, dan yang kena efek sih memang bukan SBY melainkan ketua RT dan Kepala Desa, merekalah disalahkan disatru oleh warga yang tidak mendapat dana BLT. Kasihan juga yah pak RT dan Pak lurah.. jadi menurutku wajar lah kalau sekarang banyak kepala daerah yang menolak BLT. daripada mereka disatru warga ya mending menolak aja..namun kenapa SBY tak khawatir???? (koen enak CU* ga berhadapan langsung mbek tonggomu)

*maaf ini hanya luapan kekesalanku kalau ada yang tersinggung sekali lagi saya mohon maaf